Wednesday, October 4, 2017

Apa itu Peta ?


1. Apa itu peta?

Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer.

Ada 7 fungsi utama yang dapat digunakan dari peta, yaitu :
Menunjukkan lokasi dari  suatu tempat atau ketampakan alam di permukaan bumi.
Memberikan gambaran mengenai luas dan bentuk ketampakan alam di permukaan bumi.
Menunjukkan ketinggian tempat.
Menentukan arah dan j arak berbagai tempat.
Menyajikan persebaran gejala sosial.
Untuk perenca naan wilayah.
Untuk kegiatan penelitian.

2. Macam-macam dan contoh peta!
A. Berdasarkan Sumber Data
Basic Map (Peta Induk), Peta dihasilkan dari survei langsung di lapangan.
Contoh peta induk
Derived Map (Peta Turunan), Peta yang memerlukan survei langsung ke lapangan. Sehingga tidak
Contoh peta Turunan
B. Berdasarkan Isi Data yang Disajikan
Peta Umum, Peta yang menggambarkan semua topografi di permukaan bumi seperti unsur alam seperti sungai dan danau, unsur buatan manusia seperti jembatan dan jalan. Peta umum dapat kita bedakan menjadi tiga macam yakni: Peta topografi, Peta chorografi dan  Peta dunia.
Contoh peta topografi
Contoh peta chorografi
Peta Tematik, Peta yang menggambarkan informasi dengan tema-tema tertentu/khusus. Contohnya peta penyebaran gas di indonesia.
Contoh peta tematik
C. Berdasarkan Skalanya
Peta Kadaster/Peta Teknik, Peta ini mempunyai skala sangat besar yakni antara 1 : 100 – 1 : 5000. Peta kadaster ini sangat rinci.
Peta Skala Besar, Peta ini mempunyai skala antara 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000.Biasanya peta ini digunakan untuk perencanaan suatu wilayah.
Contoh peta skala besar
- Peta Skala Sedang, Peta ini mempunyai skala antara 1 : 250.000 sampai 1 : 500.000
Contoh peta skala sedang
- Peta Skala Kecil, Peta ini mempunyai skala antara 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000.
Contoh peta skala kecil
- Peta Geografi/Peta Dunia, Peta ini mempunyai skala lebih kecil dari 1 : 1.000.000.Semakin kecil skalanya, maka cakupan wilayahnya akan semakin luas.

D. Berdasarkan Macamnya
Peta Foto, Peta ini diambil dengan  menggunakan foto dar pesawat atau drone.
Contoh peta foto
Peta Garis, Peta yang hanya menampilkan garis garis yang bentuk sesuai dengan foto atau peta lain.
Contoh foto garis
D. Berdasarkan Bentuknya
Peta Stasioner, merupakan peta dengan sifat data yang menggambarkan permukaan bumi yang memiliki sifat tetap atau stabil. Contoh: peta kedalam laut, peta jalur gempa.
Contoh peta Stasioner
Peta Dinamis, peta dinamis adalah peta yang isinya menggambarkan keadaan yang dinamis atau cepat berubah. Misalnya peta transmigrasi, peta urbanisasi, peta tata guna lahan dan peta perencanaan wilayah kota.
Contoh peta dinamis

3. Dimanakah kita bisa mendapatkan sumber peta?
A. Pemetaan Terestis merupakan pemetaan yang menggunakan peralatan seperti theodolit waterpass atau total station. Pemetaan ini dilakukan dengan metode penyusuran seluruh areal pemetaan yang hasilnya sangat detal dan sangta teliti.. Jenis peta yang akan dihasilkan oleh pemetaan terestis adalah peta garis.


B. Pemetaan Fotogrametris merupakan pemetaan melalui pemotretan dari udara menggunakan kamera udara dan pesawat udara. Jenis peta yang akan dihasilkan dari pemetaan fotogrametris peta garis dan peta foto. Foto ini memiliki ketelitian hasil yang cukup tinggi.

C. Pemetaan citra satelit adalah  pemetaan yang menggunakan citra satelit yang diperoleh dari pemotretan satelit. Citra satelit ini ditentukan berdasarkan ukuran pixel. Semakin besra ukuran pixel maka peta yang akan dihasilkan akan semakin global. Semakin kecil maka peta akan semakin detail.


4. Sistem koordinat, fungsi dan contoh !
Sistem koordinat merupakan sistem penitikan dari suatu lokasi bisa untuk menunjukkan alamat realtime. contoh saya akan share koordinat kota medan yang mempunyai Lattitude 3.5952° N dan Longitude 98.6722° E maka. Maka map akan menunjukan koordinat dari peta medan.

Scroll to Top